Barangsiapa ditanya tentang ilmu kemudian menyembunyikannya
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ أَبِي السَّرِيِّ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ السَّرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَعَنَ آخِرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَوَّلَهَا فَمَنْ كَتَمَ حَدِيثًا فَقَدْ كَتَمَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ
Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Abu Sarri Al Asqalani berkata, telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Tamim dari Abdullah bin Sarri dari Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila penghujung umat ini telah melaknat pendahulunya, maka barangsiapa menyembunyikan satu hadits, berarti dia telah menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)