Tidak ada wudlu kecuali karena hadats
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا الْمُحَارِبِيُّ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ رَاشِدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَنْبَأَنَا سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ التَّشَبُّهِ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ لَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا
Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib berkata, telah menceritakan kepada kami Al Muharibi dari Ma'mar bin Rasyid dari Az Zuhri berkata, telah memberitakan kepada kami Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang perasaan ragu dalam shalat. Beliau lalu menjawab: "Jangan berhenti, sehingga ia mendengar suara atau mencium bau."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)