Sunahnya berbaiat kepada pemimpin pasukan saat akan mulai peperangan
و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا الْمَخْزُومِيُّ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَتَاهُ آتٍ فَقَالَ هَا ذَاكَ ابْنُ حَنْظَلَةَ يُبَايِعُ النَّاسَ فَقَالَ عَلَى مَاذَا قَالَ عَلَى الْمَوْتِ قَالَ لَا أُبَايِعُ عَلَى هَذَا أَحَدًا بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Al Mahzumi telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Yahya dari 'Abbad bin Tamim dari Abdullah bin Zaid dia berkata, "Seseorang datang kepadanya seraya berkata, "Itu dia Ibnu Hanzhalah yang membaiat orang-orang." Maka Abdullah bin Zaid berkata, "Atas apakah dia di bai'at?" dia menjawab, "Atas kematian." Abdullah berkata, "Saya tidak akan berbai'at untuk mati lagi kepada seorang pun setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)