Iddah wanita hamil yang ditinggal mati suaminya
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مِسْكِينِ بْنِ نُمَيْلَةَ يَمَامِيٌّ قَالَ أَنْبَأَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ح و أَخْبَرَنِي مَيْمُونُ بْنُ الْعَبَّاسِ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ الْحَكَمِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ شَبْرَمَةَ الْكُوفِيُّ عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ قَيْسٍ أَنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ قَالَ مَنْ شَاءَ لَاعَنْتُهُ مَا أُنْزِلَتْ { وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ } إِلَّا بَعْدَ آيَةِ الْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا إِذَا وَضَعَتْ الْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا فَقَدْ حَلَّتْ وَاللَّفْظُ لِمَيْمُونٍ
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Miskin bin Numailah Yamami berkata; telah memberitakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam berkata; telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Ja'far. (dalam jalur lain disebutkan) Dan telah mengabarkan kepadaku Maimun bin Al Abbas berkata; telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Al Hakam bin Abu Maryam berkata; telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Ja'far berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu Syabramah Al Kufi dari Ibrahim An Nakha'i dari 'Alqamah bin Qais bahwa Ibnu Mas'ud berkata, "Siapa yang ingin aku melaknatnya? Tidaklah diturunkan ayat: '(Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya) ' (Qs. Ath Thalaq: 4), kecuali setelah ayat mengenai wanita yang ditinggal mati suaminya, apabila wanita yang ditinggal mati suaminya telah melahirkan maka ia telah halal. Dan lafazh tersebut adalah lafazh Maimun."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)