Puasa ketika safar dan Perbedaan berita Ibn abbas
أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا عَبْثَرٌ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْمَدِينَةِ حَتَّى أَتَى قُدَيْدًا ثُمَّ أَفْطَرَ حَتَّى أَتَى مَكَّةَ
Telah mengabarkan kepada kami Al Qasim bin Zakaria dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Amr dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Abtsar dari Al 'Ala bin Al Musayyab dari Al Hakam bin 'Utaibah dari Mujahid dari Ibnu 'Abbas dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa sejak dari Madinah hingga ke Qudaid, kemudian berbuka hingga sampai di Makkah."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)