Nafl (tambahan harta di luar seperlima)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ أَنْبَأَنَا رَجَاءُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ لَا نَفَلَ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرُدُّ الْمُسْلِمُونَ قَوِيُّهُمْ عَلَى ضَعِيفِهِمْ
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad; telah menceritakan kepada kami Abu Al Husain; telah memberitakan kepada kami Raja` bin Abu Salamah; telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya berkata; "Tidak ada nafal (tambahan harta rampasan perang) setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, orang-orang muslim yang kuat mengembalikannya kepada yang lemah."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)